Gempa di Aceh sangatlah dahsyat karena mampu meratakan wilayah bangunan yang ada di pesisir pantai. Pasalnya, bangunan tersebut tidak hanya rusak, namun sudah seperti menyatu dan rata dengan tanah.

Beberapa fakta pun muncul mengenai kejadian gempa yang mengakibatkan tsunami ini. Berikut merupakan 7 fakta menarik mengenai gempa di Aceh pada tahun 2004.

1. Perubahan data magnitude

Daryono mengatakan bahwa perubahan parameter gempa terjadi karena adanya pemutakhiran data akibat bertambahnya data seismik yang masuk dan digunakan untuk dianalisis oleh petugas di lembaga monitoring gempa. Hal ini berarti bahwa sebenarnya perubahan magnitudo merupakan hal yang biasa jika terjadi gempa.

Perubahan magnitudo juga terjadi pada gempa Aceh yang terjadi tahun 2004. Semakin banyak data, maka hasil analisis gempa semakin akurat.

2. Gempa susulan

Salah satu fakta gempa Aceh yang cukup disorot adalah banyaknya gempa susulan. Gempa tektonik yang melanda wilayah ini menjadi salah satu penyebab dari munculnya rangkaian gempa susulan.

Gempa susulan tersebut tersebar di sepanjang jalur Megathrust Andaman hingga Nicobar. Ada seseorang yang berpendapat bahwa gempa susulan tidak akan banyak terjadi jika gempa disebabkan oleh ledakan nuklir.

3. Jalur rekahan

Jalur rekahan terbentuk sepanjang zona subduksi akibat gempa Aceh yang terjadi pada tahun 2004. Tepatnya zona subduksi terbentang dari sebelah barat Aceh hingga kepulauan Andaman-Nicobar sepanjang kurang lebih 1.500 kilometer.

Hal ini dapat menjadi bukti bahwa rekahan gempa tektonik memang benar-benar terjadi. Hal ini juga menjadi bukti bahwa gempa tersebut bukan disebabkan oleh ledakan nuklir.

4. Data rekaman

Seismograf yang berisi data rekaman getaran tanah menunjukan bahwa terdapat rekaman gelombang badan. Gelombang tersebut kemudian diikuti oleh gelombang surface atau gelombang permukaan.

Daryono menyatakan bahwa hal ini menjadi bukti kuat bahwa gempa di Aceh pada tahun 2004 terjadi karena aktivitas tektonik. Jadi, asumsi bahwa gempa Aceh berasal dari ledakan nuklir dapat dipatahkan.

5. Gelombang

Terdapat suatu data unik pada gempa 2004 yang terjadi di Aceh, yaitu munculnya gelombang S. Gelombang S sendiri merupakan gelombang Shear dan dideteksi sangat kuat pada seismograf.

Seismograf juga menunjukan bahwa deformasi yang terjadi di Samudera Hindia merupakan proses pergeseran pada kerak bumi. Pergeseran tersebut disebabkan oleh gempa tektonik, lebih detailnya karena patahan batuan.

6. Deformasi dasar laut

Samudra Hindia mengalami deformasi dasar laut dan dibuktikan dengan adanya variasi gelombang P. Seismograf juga menunjukan bahwa adanya gerakan naik dan turun di wilayah tersebut.

Lagi-lagi, hal ini menyatakan bahwa gempa Aceh disebabkan oleh gempa tektonik, bukan ledakan nuklir. Sudah banyak data yang menunjukan bahwa gempa ini bukan dari ledakan nuklir.

7. Menyebabkan tsunami

Gempa yang terjadi di Aceh menyebabkan tsunami yang sangat besar hingga mampu meratakan sebagian wilayah Aceh menjadi rata dengan tanah. Kejadian ini pun dibuat menjadi film yang berjudul Hafalan Shalat Delisa.

Tsunami yang disebabkan oleh gempa ini juga merupakan tsunami terbesar dalam 20 tahun terakhir. Banyak korban jiwa dan sebagian warga Aceh harus mengungsi karena tsunami ini.

Itulah 7 fakta gempa Aceh yang terjadi pada tahun 2004. Terus mendapatkan informasi terbaru dengan menyaksikan berita di INews live stream ataupun pada aplikasi RCTIplus di android. Disana juga kamu dapat melakukan streaming berbagai stasiun Televisi.