Beli rumah secara KPR adalah sarana tepat bagi yang tidak punya modal besar untuk membeli hunian secara cash. Sistem dari KPR adalah suatu fasilitas yang diberikan oleh bank kepada Anda nasabahnya secara perorangan, bagi yang ingin membeli atau lakukan dan inovasi rumah.

Selain bank, terdapat pula perusahaan pembiayaan yang membantu masyarakat untuk pembiayaan rumah. Sistem dari KPR sendiri membiayai terlebih dahulu pembelian dan pembangunan rumah, kemudian biaya tersebut harus Anda kembalikan dalam kurun waktu yang sudah ditentukan. KPR sendiri terdiri dari KPR subsidi dan nonsubsidi.

KPR subsidi diperuntukkan bagi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah sedangkan non subsidi untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Namun sebelum Anda melakukan pembelian rumah lewat KPR, harus perhatikan beberapa hal berikut ini.

1. Ketahui Apakah Anda Layak Melakukan Cicilan KPR

Hal ini sangat penting dilakukan oleh anda sendiri, tahui rasio utang yang berbanding aset anda. Rasio utang berbanding aset akan menunjukkan berapa besar aset yang anda punya yang dibiayai oleh utang.

Anda bisa membagi total uang dan total asset sehingga menemukan hasil skor rasio. Hasil skor rasio dibawah 50% adalah nilai ideal, karena jika nilai rasio lebih dari 50%, tandanya utang Anda melebihi nilai aset dan ini sangat tidak sehat secara finansial.

Kesehatan finansial anda perlu dijaga saat ingin mengajukan KPR. Meski bank atau perusahaan pembiayaan kredit memberikan penilaian skor yang bagus, belum tentu secara finansial nantinya Anda tidak akan kerepotan. Maka dari itu ketahui terlebih dahulu apakah Anda memang layak menjadi tuan rumah atau tidak berdasarkan rasio utang tersebut.

2. Adanya Pembayaran DP

Sama dengan cicilan kredit pada umumnya, di mana harus ada pembayaran DP terlebih dahulu baru kemudian Anda membayar cicilan setiap bulan. Membeli rumah dengan KPR tentu harus membayar uang muka terlebih dahulu.

Maka dari itu penting untuk mengetahui biaya yang harus dikeluarkan dan disisihkan secara rutin. Jika Anda berniat untuk membeli rumah secara KPR dalam beberapa tahun ke depan, saat ini anda harus sudah menginvestasikan dana untuk uang muka. Anda bisa pilih investasi dengan risiko yang rendah dan imbal hasil tetap, ini adalah sistem investasi jangka pendek.

Kenapa harus memilih investasi dengan resiko yang rendah? Karena resiko ini tidak akan berpengaruh pada imbal hasil di investasi anda.

3. Cicilan Rumah Tidak Boleh Pengaruhi Penghasilan

Sangat penting juga untuk mengetahui biaya cicilan rumah KPR tentu saja berbeda-beda. Namun alangkah baiknya bahwa biaya cicilan perbulan yang harus Anda bayarkan nominalnya tidak melebihi 35% dari. Meski bank atau perusahaan pembiayaan akan menyetujui pengajuan KPR dengan nominal cicilan 50% dari penghasilan, hal ini sebenarnya kurang ideal.

Karena nilai cicilan yang terlalu tinggi melebihi penghasilan Anda akan mempengaruhi pengeluaran pula. Apalagi bagi Anda yang sudah memiliki anak dan sudah memasuki usia sekolah dimana kebutuhan akan bertambah tidak hanya kebutuhan pokok tapi juga biaya sekolah.

Anda bisa mengetahui berapa besar biaya cicilan kredit KPR dengan melakukan simulasi kredit rumah. Anda bisa kunjungi website berikut untuk melakukan simulasi kredit rumah dengan mudah : https://www.rumah.com/kpr/kalkulators/simulasi-kredit-rumah.

4. Waktu Pinjam

Perlu diketahui untuk cicilan KPR tentu memberikan waktu pinjam yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda. Namun mayoritas bank atau perusahaan pembiayaan memberikan masa pinjam mulai dari 15 tahun sampai 25 tahun.

Untuk Anda yang menginginkan masa tenor kredit panjang, maka cicilan yang harus dibayarkan akan lebih ringan. Tetapi, masa tenor yang terlalu panjang ini akan memberikan Anda untuk bayar cicilan dari tahun ke tahun dalam jangka waktu yang lebih lama.

Sementara untuk Anda yang memilih masa tenor lebih singkat, akan dibebankan pada biaya cicilan yang lebih besar. Namun Anda tidak perlu terbebani untuk bayar KPR terlalu lama.

5. Lama Proses Pengajuan

Saat beli rumah lewat KPR tentu ada yang namanya proses pengajuan KPR. Pengajuan KPR tentu saja prosesnya berbeda-beda dari setiap bank atau perusahaan pembiayaan. Pada umumnya waktu pengajuan adalah sekitar 2 minggu sampai 1 bulan.

Penting pula bagi Anda untuk memilih bank atau perusahaan pembiayaan yang memudahkan dalam proses pengajuan kredit KPR. Hal ini untuk lebih memudahkan Anda dalam mewujudkan pembelian rumah KPR yang lebih cepat lagi.

6. Adanya Penalti

Penalti terjadi ketika anda ingin melunasi seluruh pinjaman sebelum masa tenor KPR berakhir. Hal ini memang otomatis terjadi, ketika anda ingin rumah yang dicicil agar segera menjadi hak milik sah.

Tentu saja ketika seseorang memiliki dana yang lebih, ingin cepat melunasi pembelian rumah di tengah-tengah kredit KPR. Jika tidak ingin penalti, maka sebaiknya lunasi pembelian rumah di awal/ beli secara cash.

Itu tadi beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan kredit KPR rumah. Bagi yang sedang berencana untuk melakukan kredit KPR untuk mewujudkan rumah impian, lakukan simulasi kredit rumah terlebih dahulu hanya di Rumah.com.

Rumah.com adalah sebuah situs properti terbaik di Indonesia yang wajib diketahui oleh Anda  yang bergerak di bidang bisnis dan investasi properti. Platform ini membantu Anda untuk menemukan properti yang tepat untuk hunian atau sarana investasi. Rumah.com juga membantu Anda bagi yang ingin menyewa properti mulai dari properti mewah seperti apartemen hingga kontrakan dan juga kios jualan. Untuk informasi lebih lengkap bisa langsung kunjungi website resmi Rumah.com.