Surakarta, menjadi tempat yang sarat kenangan untuk banyak orang. Budaya Jawa yang kental, keberagaman masyarakat yang harmonis, serta kota yang ramah untuk pelancong. Rasanya tak heran jika Kota Surakarta hingga sekarang masih menjadi destinasi wisata favorit untuk pelancong lokal atau orang-orang yang ingin sekedar mencari short escape sejenak dari rutinitas.

Rasanya tak lengkap jika kita tak mengenal profil lengkap Kota Surakarta secara umum. Mari kita berkenalan dengan kota yang berada tak jauh dari Yogyakarta ini. Berikut beberapa poin penting mengenai Kota Surakarta, atau Solo.

Kota Surakarta atau Solo?

Penyebutan keduanya sebenarnya sama-sama benar. Jika menilik sejarah, nama Surakarta atau Kartasura sudah digunakan sejak cukup lama, bahkan sejak jaman pecahnya kerajaan Mataram yang kemudian menjadi dua, Kerajaan Solo dan Kerajaan Yogyakarta. Namun demikian Solo menjadi nama resmi secara administratif, yang ternyata berakar dari nama Desa Sala yang menjadi dasar pendirian Keraton Surakarta saat itu.

Surakarta sendiri memiliki makna yang sangat mendalam. Kata ‘sura’ berarti keberanian, dan ‘karta’ berarti kemakmuran. Ketika pendirian wilayah Surakarta, Sunan Pakubuwana II kala itu ingin agar masyarakat daerah tersebut menjadi orang-orang yang berani berjuang, dan makmur secara menyeluruh.

Sedangkan Solo, berasal dan nama Desa Sala, yang berakar dari nama pohon suci di India yakni Sala Shorea Robusta. Jadi tak perlu bingung ketika mencarinya di maps atau itinerary, karena keduanya sama-sama benar. Bahkan beberapa arsip ada pula yang menuliskan nama Salakarta, unik ya?

Profil Kota Surakarta secara Singkat

Setelah mengetahui asal dan arti nama kota tersebut, mari berlanjut ke profil Surakarta atau Solo secara singkat.

Kota Surakarta, atau Solo, diresmikan tanggal 17 Februari 1745. Kini, kota ini dikepalai oleh Walikota Gibran Rakabuming dan Wakil Walikota Teguh Prakosa. Memiliki luas wilayah total 44,04 kilometer persegi, dan berada pada ketinggian rata-rata 93 meter sampai 98 meter di atas permukaan laut.

Surakarta sendiri memiliki total populasi sekitar lebih dari 522.000 jiwa, dengan tingkat kepadatan penduduk 11.860-an jiwa per kilometer persegi. Dilihat dari agama dan kepercayaan yang dipeluk warganya, sebanyak lebih dari 78% memeluk agama Islam, kemudian 21% memeluk agama Kristen, umat Budha sebanyak 0,23% dan Hindu sebanyak 0.07% dari total populasi tersebut.

Batas-Batas Wilayah Kota Surakarta

Secara langsung, Kota Surakarta berbatasan dengan beberapa kabupaten lain di sekitarnya. Di bagian utara, Surakarta berbatasan langsung dengan Kabupaten Karanganyar, demikian pula di bagian timur. Untuk bagian selatan sendiri, ada Kabupaten Sukoharjo. Di bagian barat terdapat Colomadu, Karanganyar, dan kabupaten Boyolali..

Uniknya, di masing-masing batas kota tersebut terdapat Gapura Kasunanan yang telah didirikan sejak tahun 1931 hingga 1932, di era pemerintahan Sunan Pakubuwana X di Kasunanan Surakarta. Gapura ini difungsikan sebagai pembatas sekaligus gerbang masuk ibu kota kerajaan pada masa itu. Anda juga bisa menemukan gapura ini di pinggir sungai Bengawan Solo, yang dahulu sempat jadi tempat penyeberangan, tepatnya di daerah Mojo.

Julukan, Slogan, dan Logo

Seperti kota-kota besar lain di Indonesia, Kota Surakarta memiliki julukan yang melekat padanya. Kota ini juga memiliki slogan dan logo yang unik dan penuh makna.

Solo atau Surakarta sering disebut dengan Kota Batik, Kota Budaya, atau Kota Liwet. Tentu saja, sebutan-sebutan ini merujuk pada apa-apa saja yang identik dengan Surakarta. Kota Batik, karena terdapat industri batik yang besar dan legendaris di sana, Kota Budaya, karena hingga kini budaya akar dari Surakarta terus dilestarikan dan diterapkan di berbagai lini kehidupan, Kota Liwet, well, karena nasi liwet Solo ketenarannya sudah dikenal banyak orang.

Semboyan dari kota ini adalah Solo Berseri, yang merupakan singkatan dari Bersih, Sehat, Rapi, dan Indah. Sedangkan untuk slogan yang digunakan sendiri adalah ‘Solo, The Spirit of Java’. Slogan ini bermakna Surakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa, dan bisa menjadi tempat belajar yang tepat untuk semua orang. Untuk logo sendiri, memiliki aksen unik di bagian huruf ‘o’ di depan, dengan ornamen relung yang sangat identik dengan budaya Jawa.

Potensi Wisata Surakarta

Tentu, Kota Surakarta juga memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan. Untuk wisata alamnya sendiri, kota ini memiliki Kawasan Wisata Tawangmangu, Kawasan Wisata Selo, Umbul Ponggok, Umbul Manten, Agrowisata Kebun Teh, Air Terjun Jumog, Grojogan Sewu, dan berbagai candi dan tempat bersejarah di lereng Gunung Lawu.

Belum lagi jika berbicara festival dan perayaan adat yang dimiliki Keraton Surakarta, dijamin Anda tak akan kehabisan agenda jika berlibur ke Kota Surakarta ini.

Kota Surakarta memang merupakan kota menarik yang memiliki banyak sekali keunggulan. Dari segi wisata, tidak sedikit objek dan daya tarik baru yang bermunculan buah dari kreativitas warga Solo secara umum. Nah, untuk membuat itinerary wisata yang Anda akan lakukan, jangan lupa kunjungi situs resmi Indonesia Travel. Di sana Anda akan menikmati banyak sekali informasi menarik dan berguna seputar wisata, untuk menyusun agenda liburan Anda kelak. Rencanakan liburan dengan baik, dan nikmati ketika waktunya tiba nanti!